MEMANFAATKAN KECERDASAN GANDA DALAM PEMBELAJARAN



Teori kecerdasan ganda atau ada yang menyebut dengan teori kecerdasan majemuk (multiple intelligences) ditemukan dan dikembangkan oleh Howard Gardner. (Suparno, 2008:17). Teori ini muncul bermula dari rasa tidak puas seorang Gardner terhadap model kecerdasan tunggal yang didasarkan pada konsep IQ yang sebelumnya secara tradisional sudah dipegang teguh, (Suharnan, 2005:360), karena selama ini Tes IQ hanya mengukur kecerdasan matematis-logis dan kecerdasan linguistik saja, serta kurang memperhatikan kecerdasan-kecerdasan lainnya. Hal ini jelas berbeda dengan pandangan Alferd Binet (penemu Tes IQ), yang menganggap bahwa kecerdasan adalah kemampuan menyerap, mengolah, mengekspresikan, mengantisipasi, dan mengembangkan hal-hal yang berkenaan dengan pengetahuan, ilmu, dan teknologi. (Uno, 2008:60). Padahal menurut Gardner, kecerdasan bukan hanya kemampuan seseorang untuk menjawab instrumen Tes IQ dalam kamar tertutup yang lepas dari lingkungannya. Kecerdasan memuat kemampuan untuk memecahkan persoalan yang nyata dalam berbagai situasi. (Suparno, 2008:18).
Pada awal penelitiannya, Gardner mendata banyak sekali kemampuan manusia yang dapat dikatagorikan sebagai kecerdasan. Setelah dianalisis secara teliti, akhirnya dia menetapkan bahwa manusia mempunyai tujuh kecerdasan. Pada bukunya Intelligence Reframed ia kemudian menambahkan dua kecerdasan baru. Sehingga pada saat ini Gardner memandang bahwa manusia pada umumnya (termasuk guru dan siswa) memiliki sembilan kecerdasan, yaitu: kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan ruang-visual, kecerdasan kinestetis-badani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan lingkungan/ naturalis, dan kecerdasan eksistensialis. Ketika ditarik ke dunia pendidikan, teori kecerdasan ganda sebenarnya merupakan suatu teori yang berusaha membantu guru dalam menyampaikan atau melaksanakan pembelajaran ke dalam suatu kegiatan belajar yang banyak melibatkan perasaan siswa. Inti strategi pembelajaran ini adalah, bagaimana guru mengemas gaya mengajarnya agar mudah ditangkap dan dimengerti oleh siswanya. Teori kecerdasan ganda banyak mempengaruhi penyusunan kurikulum. Pengaruh yang menonjol adalah pemilihan materi pelajaran lewat topic-topik tematik, bukan urutan daftar bab seperti kurikulum model klasik.. Sehingga, kecerdasan ganda sebagai strategi belajar akan sulit diterapkan pada dunia pendidikan yang mengacu pada kurikulum yang berbasis materi. Tetapi sebaliknya, kecerdasan ganda akan menjadi kekuatan yang besar untuk memajukan pendidikan dan kompetensi siswa apabila diterapkan pada kurikulum berbasis kompetensi yang konprehensif. 

0 komentar:

Poskan Komentar