PIDATO : BERFIKIRT OPTIMIS PADA UN (UJIAN NASIONAL)





BERFIKIRT OPTIMIS PADA UN (UJIAN NASIONAL)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hilladzi ahyana, bakdana walla tamuttum lla waangtum muslimin.


 
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahnya, sehingga pada kesempatan kali ini kita semua dapat bertemu dan bertatap muka dalam keadaan sehat wal’afiat tak kurang suatu apa. Tak lupa pula sholawat serta salam mari kita junjungkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, yang telah membawa syafa’atnya dari jaman jahiliyah hingga sampai saat ini.

Kepada Ibu penguji Ibu Susi yang saya hormati …
Dan kepada taman-teman sekalian yang saya sayangi …

Pada kesempatan ini saya akan berpidato tentang, “BERFIKIR OPTIMIS PADA UJIAN NASIONAL” …
Sebentar lagi kita akan dihadapkan pada ujian nasional, yang selama ini menjadi momok yang menakutkan bagi para pelajar, karena Ujian Nasional adalah sebagai penentu belajar selama 3 (tiga) tahun, kita disini …

Meski sebetulnya tidak fair / tidak adil mau tidak mau harus menjalaninya, karena itu sudah menjadi keputusan pemerintah kita sebagai warga negara yang baik kita harus menerimanya … Maka dari itu ..! mulai saat ini singsingkanlah lengan bajumu dan giatlah belajar dengan latihan soal-soal UN tahun-tahun lalu, dengan itu kita dapat melatih otak kita, agar berfikir cepat, tepat dan benar. Atau dengan mendownloud soal-soal Prediksi UN yang akan datang. Berfikirlah optimis kalau kita bisa, jangan pesimis kalau kita akan gagal atau tidak lulus dalam UN.
Memanag pada dasarnya kecerdasan otak itu berawal dari gen orang tua kita masing-masing,,, ada yang memang dari lahir sudah jenius sehingga semua mata pelajaran dapat diserap dan dikuasai dengan mudah, ada juga yang standar, standar saja artinya bisa mengikuti pelajaran dengan cukup baik dan ada pula yang dibawah standar walau dipaksa sulit sekali untuk bisa mencerna pelajaran sehingga butuh lebih banyak latihan-latihan belajar.
Walaupun tidak begitu pandai tetapi kita bisa belajar dan berlatih lebih giat lagi, paling tidak bisa mencapai batas lulus dan nilai rata-rata lah ..! itu saja sudah cukup selebihnya kembangkan sendiri bakat kita masing-masing …!

Tetapi kita jangan hanya usaha dalam bentuk real / nyata, alangkah baiknya kita imbangi dengan bentuk rohani / religi, dengan berdo’a memohon kepada Allah SWT. Contohnya :

-          Kita bisa melaksanakan sholat malam (tahajud), karena do’a yang paling mustajab atau manjur adalah do’a ketika semua orang tengah terlelap tidur atau (2/3) dua per tiga malam.

-          Atau kita  bisa berpuasa senin, kamis. Dan tak lupa pula kita semua harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan banyak berdzikir mohon ampun pada-Nya dan jangan sampai meninggalkan sholat lima waktu kita … kita semua akan merasa lebih tenang karena ada Allah dalam pikiran dan hati kita yang akan membantu kita.

Karena kebijakan pemerintah mungkin UN tahun ini ada yang Ujian Ulangan bagi yang salah satu nilai pada mata pelajaran tertentu yang belum mencapai batas lulus dengan Ujian Ulangan, tidak perlu ikut belajar paket.

Tetapi menurut saya itu bukan solusi yang baik ..? karena bukanya membantu tetapi malah akan menjadi beban mental bagi siswanya ..!
Ya …! Kalau masih kuat mentalnya artinya, masih kuat menahan malu dengan melakukan Ujian Ulangan sendiri atau beberapa siswa, sementara yang lain tengah bergembira karena lulus sedangkan mereka masih harus Ujian Ulangan bila mau lulus … dan segera mendapat Ijasah.
Nah …??? Kalau mentalnya tiba-tiba down, dan ia menjadi trauma akhirnya bunuh diri? Itu yang menjadi  masalah …!
Tetapi itu semua sudah menjadi keputusan pemerintah yang harus kita terima dengan hati yang lapang, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, dan berdo’a selebihnya kita serahkan pada Allah SWT…
DAN SEMOGA Kita Semua Bisa Lulus Dengan Nilai Yang Memuaskan Amien…
SEKIAN PIDATO Dari Saya apabila ada salah-salah mohon Dimaafkan
Wabilahi taufik walhidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

0 komentar:

Posting Komentar