TES GRAFIS SEBAGAI ALAT PSIKODIAGNOSTIK

Pendahuluan
Dalam dekade terakhir, pemeriksaan psikologi mempunyai pengaruh besar pada
kehidupan manusia Indonesia. Kebanyakan dari mereka yang bersekolah, masuk
perguruan  tinggi,  melamar  pekerjaan,  ikut  seleksi  untuk  menduduki  jabatan
tertentu, pernah mengikuti suatu  pemeriksaan psikologi. Pemeriksaan psikologi
yang mereka jalani tidak selalu sama, tergantung dari tujuan pemeriksaan dan alat
pemeriksaan yang digunakanpun berlainan. Misalnya siswa Taman Kanak-kanak
menjalani  pemeriksaan  psikologi  agar  dapat  diketahui  kesiapan  anak  untuk
mengikuti pelajaran di  Sekolah. Tes  yang  berbeda dipakai untuk  siswa  kelas  I
Sekolah  Menengah  Umum  yang  bertujuan  untuk  menentukan  apakah  yang
bersangkutan lebih sesuai untuk jurusan A1, A2, A3 atau A4.
Dengan semakin meningkatnya penggunaan jasa psikologi dalam berbagai bidang,
maka  tidaklah  mengherankan  apabila  muncul  banyak  biro  psikologi  dan
meningkatnya  peminat  untuk  mengikuti  pendidikan  psikologi  karena  psikologi
kini  dianggap  sebagai  lahan  yang  dapat  memberikan  penghasilan  yang  layak.
Untuk  berbicara  lebih  jauh  tentang  psikologi  dan  tes  psikologi,  kita  perlu
meninjau sejarahnya.
Sebenarnya psikologi sebagai suatu ilmu baru berkembang di abad ke 19 di Eropa,
walaupun sudah sejak jaman dulu Plato dan Aristo telah menulis tentang adanya
perbedaan-perbedaan  individual.  Para  ilmuan  Jerman-lah  yang  mulai
mengembangkan  ilmu  psikologi  pada  akhir  abad  19,  yaitu  Fechner,  Wundt,
Ebbinghaus dan sebagainya. Penelitian-penelitian yang dilakukan para psikiater
dan  psikolog  perancis  di  bidang  gangguan-gangguan  mental  mempengaruhi
perkembangan  tehnik-tehnik  assessment  Klinis  dan  tes  dan  ini  berakibat  pada
pengembangan tes prestasi dan skala psikologi yang dibakukan.
Ilmuan  lainnya  yang  terlibat  dalam  pengembangan  alat  ukur  psikologi  yang
dianggap  menonjol  pada  jaman  itu  adalah  Galton  dari  Inggris,  Cattell  dari
Amerika dan Binet dari Perancis.
Pionir  lainnya  adalah  Spearman  yang  mengembangkan  teori  tes,  Terman  yang
mengembangkan  tes  kecerdasan  sedangkan  Woodworth  dan  Rorschach
mengembangkan  tes  kepribadian.  Edward  Strong  berkecimpung  dalam
pengembangan tes minat.
Dengan  terjadinya  Perang  Dunia  I,  sekelompok  psikolog  di  Amerika  Serikat
mengembangkan  tes  untuk  mengukur  kemampuan  mental,  khususnya  tes
inteligensi untuk ribuan tentara Amerika selama Perang Dunia I dan sesudahnya.
Tes ini dikenal dengan Army Alpha untuk yang berpendidikan dan Army Beta
untuk  yang  tidak  berpendidikan.  Tes  yang  dikembangkan  Woodworth  adalah
inventori  kepribadian  yang  pertama  dibakukan  dan  digunakan  dalam  seleksi
tentara, dikenal sebagai Personal Data Sheet.
Sejak tahun 1920-an bidang testing psikologi berkembang dengan pesat dan kini
ratusan tes psikologi dibuat dan dijual, terutama di negara-negara barat. Untuk
mengetahui  tes  apa  saja  dan  apa  tujuan  tes  tersebut,  dapat  ditelusuri  melalui
berbagai  katalog  yang  diterbitkan  instansi-instansi  penjual  tes.  Makalah  ini
memberikan  sedikit  gambaran  tentang  tes  psikologi  terutama  tes  grafis  yang
banyak dipakai dalam pemeriksaan psikologi di Indonesia. 
Klasifikasi Tes
Apabila  kita  ingin  menggunakan  suatu  tes  tertentu,  perlu  diketahui  secara
mendalam tes tersebut, yaitu:
-  Tujuan tes tersebut
-  Tes dapat diberikan secara individual atau kelompok
-  Standardisasi tes : norma, validitas, reliabilitas
-  Tes obyektif atau non-obyektif
-  Administrasi tes
-  Latar belakang teoretik tes tersebut
-  Apakah tes sesuai untuk digunakan di Indonesia
Tanpa penguasaan yang mendalam tentang tes yang digunakan disamping latar
belakang teoretik (psikodinamika)  yang memadai, maka hasil tes berupa angka
atau  grafik  dan  sebagainya  tidak  akan  bermanfaat  banyak,  bahkan  ada
kemungkinan  terjadinya  kesalahan  dalam  analisis  sehingga  akan  merugikan  si
pemakai jasa.
Ratusan  tes  psikologi  yang  kini  diperjual-belikan  dapat  dimasukkan  dalam
kelompok-kelompok menurut tujuan atau sifatnya.

0 komentar:

Posting Komentar